covid-19

Seluk Beluk Vaksin Cansino, Sedang Diproses untuk Vaksin Gotong Royong

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus dilakukan meski di bulan puasa. Diketahui, 11 juta warga Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin Corona.

Vaksin CanSino sedang diproses untuk digunakan dalam program Vaksin Gotong Royong bagi para pekerja. Sebanyak 5 juta vaksin CanSino diperkirakan akan masuk Indonesia.

Terkait jenis vaksinnya adalah vaksin Sinopharm yang sudah komit masuk sejumlah sekitar 7 juta, dan juga opsi 7 juta juga ada 7,5 juta Sinopharm yang sudah landing ditargetkan sampai bulan Juli opsinya 7,5 (juta), dan ada 5 juta CanSino yang dalam proses,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers,Senin (3/5/2021).

Vaksin CanSino merupakan produk dari perusahaan biofarmasi spesialis vaksin di China, CanSino Biologics Inc. Perusahaan itu mengembangkan kandidat vaksin Corona bernama Ad5-nCoV bersama tim yang dipimpin pakar penyakit menular dari militer China, Chen Wei.

Vaksin Ad5-nCoV merupakan vaksin hasil rekayasa genetika dengan adenovirus tipe 5 replikasi sebagai vektor untuk mengekspresikan protein SARS-CoV-2. Sebelumnya dari hasil studi hewan praklinis, Ad5-nCoV menunjukkan hasil yang bisa menginduksi respon imun yang kuat pada hewan saat uji coba.

Terkait efikasi, vaksin CanSino disebut efektif sampai 90 persen mencegah kasus infeksi COVID-19 yang parah. Klaim itu didasarkan analisis data interim uji klinis tingkat tiga yang secara umum menemukan vaksin CanSino memiliki tingkat efikasi lebih dari 65 persen.Dikutip dari South China Morning Post, vaksin CanSino diketahui sudah digunakan di beberapa negara, seperti Meksiko dan Pakistan.

Keunggulan vaksin CanSino yang membedakannya dari kebanyakan vaksin lainnya adalah hanya perlu sekali suntik alias dosis tunggal.

“Kami memiliki data enam bulan yang membuktikan efikasi vaksin. Orang-orang tidak perlu diberi satu dosis lagi dalam enam bulan pertama setelah vaksinasi pertama,” kata ahli penyakit infeksi, Chen Wei, dari Institute of Military Medicine yang turut mengembangkan vaksin CanSino seperti dilansir Global Times.

Meski begitu, vaksin CanSino bisa juga diberikan dalam dua dosis. Chen mengatakan efek perlindungan vaksin dapat diperkuat dan bertahan sampai dua tahun bila diberikan dalam dua dosis berselang enam bulan.