Internasional

Jumlah Kepolisian AS Larang Teknik Mengunci Leher Bertambah

— Kepolisian Los Angeles (LAPD), California, Amerika Serikat memutuskan menghentikan sementara penggunaan teknik penangkapan dengan cara menindih leher tersangka dengan lutut, usai insiden yang menewaskan seorang pria kulit hitam di Minneapolis, George Floyd.

Teknik yang dinamakan chokehold atau carotid hold dinilai membahayakan karena menekan pembuluh darah di leher dan menghalangi jalur aliran darah menuju otak, dan bisa membuat seseorang pingsan bahkan berujung kematian.

“Penggunaan teknik tersebut dilarang sampai Komisioner Dewan Kepolisian bisa melakukan penilaian ulang secara menyeluruh,” demikian isi pernyataan LAPD, seperti dilansir CNN, Selasa (9/6).

Departemen Sheriff Los Angeles (LASD) juga menyatakan untuk sementara menghentikan penggunaan teknik tersebut.

“Kami akan melakukan moratorium penggunaan teknik penahanan tersebut di lingkungan LASD di segala kondisi yang dinilai tidak terdapat ancaman yang membahayakan nyawa,” demikian isi pernyataan LASD.

Seluruh anggota LASD saat ini dilarang menahan gerakan tubuh seseorang ketika ditahan menggunakan teknik cekikan menggunakan kaki, lutut atau diinjak.

Secara terpisah, hakim pada Pengadilan Kabupaten Hennepin, Karen Janisch, menerbitkan perintah supaya kepolisian Minneapolis menghentikan penggunaan teknik chokehold ketika menangkap tersangka.

Walikota Minneapolis, Jacob Frey, menyetujui usul tersebut pada pekan lalu usai berunding dengan Departemen Hak Asasi Manusia Minneapolis.

Hakim Karen memerintahkan para atasan di kepolisian Minneapolis untuk mencegah jika bawahan mereka menggunakan teknik tersebut oleh bawahan atau sejawatnya, dengan lisan ataupun perbuatan.

Jika diabaikan, maka mereka akan dihukum. Hakim Karen juga mewajibkan seluruh anggota polisi mengenakan dan mengaktifkan kamera pemantau yang dipasang di tubuh untuk merekam kegiatan yang mereka lakukan, supaya bisa dijadikan bahan evaluasi ketika terjadi sebuah perkara.

Kepolisian Phoenix, Arizona, juga menyatakan tidak akan menggunakan lagi teknik penangkapan tersebut.

“Kami tidak bisa bekerja dengan baik tanpa ada rasa kepercayaan dari masyarakat maka dari itu kami melakukan perubahan untuk memperkuat rasa percaya tersebut,” tulis Kepala Kepolisian Phoenix, Jeri Williams, melalui akun Twitter.